Otak Tengah

Siapa yang tidak ingin anaknya menjadi genius? Berbagai cara dan teknik telah diuji bahkan telah diterapkan untuk mendongkrak dan mengembangkan potensi anak. Anak bukan objek pendidikan. Anak adalah subjek pendidikan. Karena itu, anak harus diberikan suatu lingkungan ataupun suatu BENTUK supaya ISI dari anak tersebut bisa berkembang dengan luar biasa. Akibatnya muncullah berbagai macam resep MANJUR untuk membuat anak menjadi cerdas bahkan menjadi genius dalam sekejap.

Banyak orang menyangka ada resep jitu yang benar-benar ampuh untuk meningkatkan kemampuan seseorang. Sayangnya resep tersebut hampir tidak ada. Resep yang satu berlaku untuk seorang siswa, belum tentu berlaku untuk siswa yang lain. Resep INSTAN menjadi pintar adalah resep yang sering ditawarkan kepada para orang tua. Berbagai metode ditawarkan secara HEBOH bahkan dengan klaim ILMIAH dan telah diteliti oleh sejumlah peneliti. Beberapa metode bahkan kebla-blasan menerapkan hasil penelitian tentang otak sehingga lahir teori belajar yang juga kebla-blasan.

Orang tua selalu tergoda untuk mencoba berbagai macam resep sehingga anaknya bisa menjadi top markotop. Yang penting jadi genius lah. Cara tidak begitu penting. Dengan metode input apapun, yang penting outputnya mantap. Anak pun akhirnya dijadikan komoditas untuk menunjukkan bahwa sang orang tua telah berhasil meningkatkan kecerdasan anak. Siapa yang tidak bangga dengan anak yang cerdas? Anak yang cerdas tentu merupakan berkah dari Tuhan, orang tua seharusnya bangga terhadap anaknya. Tetapi memaksa supaya anak bisa mencapai tingkat genius dengan STANDAR tertentu adalah hal yang bisa berbahaya bagi perkembangan psikologis anak. Menjadi genius BUKAN tujuan pendidikan. Menjadi genius BUKAN tujuan hidup anak.

Salah satu metode untuk meningkatkan kecerdasan anak bahkan menjadikannya genius adalah metode aktivasi otak tengah. Apa itu aktivasi otak tengah? Dan apa saja manfaat serta kemampuan apa yang ditingkatkan? Mengutip dari situs otak tengah menyatakan bahwa :

Aktivasi Otak tengah adalah  suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.

Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari.

Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.

Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.

Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training  ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka.

Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja

Ketika otak tengah diaktifkan , anak anda akan memiliki akses yang mudah ke baik otak kiri maupun kanan. Dengan akses mudah ini, mereka akan belajar, membaca dan mengahafal benda-benda dalam kecepatan yang lebih cepat dan dengan demikian meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi mereka dalam belajar.

Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif.

Metode ini diklaim dilakukan secara ilmiah dengan mengemukakan fakta tentang gelombang otak. Kemudian di dalam buku Dahsyatnya Otak Tengah, penulis menjelaskan anatomi otak tengah dari sudut pandang biologis. Penjelasannya seakan-akan kelihatan ilmiah karena memuat banyak istilah dan gambar medis-biologi.

Sayang sekali meskipun menggunakan banyak illustrasi menarik tentang kerja saraf bahkan dalam situs mereka terdapat video pengajaran biologi otak, tetapi sama sekali tidak menyinggung tentang KORELASI ILMIAH aktivasi otak tengah dengan FAKTOR GENIUS anak.

Metode aktivasi otak tengah sering memberikan landasan ilmiah untuk menjustifikasi teorinya. Benarkah bahwa metode aktivasi otak tengah adalah metode yang benar-benar menimbulkan efek seperti yang diklaim? Benarkah aktivasi otak tengah akan membuat anak menjadi genius?

Apa itu Otak Tengah?

Dalam definisi yang diberikan oleh lembaga yang mempopulerkan training aktivasi otak tengah, mereka memberikan pernyataan sebagai berikut :

Apa itu “midbrain” (mesencephalon) dan apa tujuan mengaktifkan otak tengah?

Otak tengah adalah jembatan untuk menghubungkan dan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Mengaktifkannya akan memungkinkan baik otak kiri maupun kanan berfungsi secara normal. Pengaktifan otak tengah mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semulanya.

Saya tidak tahu darimana definisi tentang otak tengah seperti yang dituliskan di atas. Apakah memang benar otak tengah adalah PENGHUBUNG otak kiri dan otak kanan? Sekilas dari kata”tengah” memang ada benarnya.

Namun, jika kita tinjau dari definisi anatomi biologi otak, otak tengah—disebut juga mesencephalon— adalah bagian otak yang terletak di antara forebrain dan hindbrain. Atau terletak antara otak depan ( besar) dengan otak belakang.

Otak tengah BUKAN otak penghubung antara otak kiri dan kanan. Penghubung antara otak kiri dan kanan adalah CORPUS CALLOSUM. Kesalahan fatal ini membuktikan bahwa secara anatomi, para praktisi otak tengah bahkan secara serampangan menghubungkan otak tengah dengan otak kiri-kanan.

Apakah fungsi otak tengah? Otak tengah berfungsi BUKAN sebagai penyeimbang otak kanan atau kiri, tetapi berfungsi dalam pergerakan bola mata, lensa mata, diameter pupil, saraf visual serta gerak motorik. Otak tengah jelas berhubungan dengan fungsi visual, tetapi dengan gegabah menghubungkan bahwa metode menutup mata akan mengaktifkan otak tengah merupakan kesimpulan harus diteliti lebih lanjut.

Penelitian internasional juga membuktikan bahwa otak tengah mempunyai peranan dalam penyusunan memori yang baru bersama dengan organ hipokampus yang dirangsang oleh kadar dopamin otak. Dengan demikian, pembelajaran melibatkan bukan hanya bagian otak tertentu saja, tetapi juga melibatkan hampir sebagian besar otak. Organ penyusun sistem limbic seperti amigdala, hipokampus, hipotalamus jelas berperan penting dalam penyusunan dan recalling memori. Sistem limbic merupakan sistem control emosi dan hormon sehingga proses belajar dapat dilakukan secara simultan.

Hal yang paling menyesatkan adalah ketika anda berusaha mendukung teori anda dengan seabrek istilah ilmiah bahkan dengan ilustrasi dan foto atau gambar medis sehingga seakan-akan penjelasan akan teori anda akan menjadi ilmiah. Inilah yang saya lihat dari buku maupun situs praktisi aktivasi otak tengah. Sekedar menyajikan fakta dan beragam komentar ataupun kesaksian TIDAK membuat teori aktivasi otak menjadi benar. Apalagi klaim bahwa sudah dibuktikan oleh penelitian ini dan itu.

Berdasarkan informasi mengenai aktivasi otak tengah ini, para penganjur maupun pelopornya TIDAK pernah memberikan SATU buktipun bahwa aktivasi otak tengah TELAH diakui oleh Asosiasi Kedokteran Internasional maupun Jurnal Ilmiah Internasional yang bergengsi. Hal ini cukup mengherankan karena klaim ilmiah yang sering dinyatakan berulang-ulang dalam situs-situs dan ajaran mereka.

Hal lain yang sering menimbulkan kesesatan pikir adalah penyajian istilah maupun fakta medis seringkali hanya untuk memperkuat teori TANPA bisa menunjukkan KORELASI antara fakta dengan klaim mereka. Sebagai contohnya adalah ketika ada suatu teori menyatakan bahwa gelombang otak yang telah teraktivasi adalah gelombang Alfa otak. Tidak ada korelasi antara aktivasi otak tengah dengan gelombang otak alfa yang muncul, karena tanpa aktivasi, gelombang ini juga bisa muncul. Tidak ada bukti bahwa aktivasi otak tengah akan memicu gelombang alfa otak. Kecuali para praktisi bisa menunjukkan lewat PET Scan dan MRI, tetapi sampai sekarang, tidak ada korelasi apapun tentang itu.

Para praktisi otak tengah juga sering menjelaskan dan menunjukkan gambar bagaimana neurotransmitter pada syaraf terjadi sebagaimana terjadi dalam otak tengah yang telah diaktivasi. Tetapi sayang sekali, sekalipun ada menyebutkan NAMA neurotransmitter, namun disini mereka tidak dapat menunjukkan korelasi antara neurotransmitter apa yang ditimbulkan dengan teknik aktivasi otak tengah. Kecuali mereka telah bisa menunjukkan bahwa ada neurotransmitter KHUSUS yang dipancarkan selama aktivasi otak tengah. Itupun masih harus dicari korelasi antara neurotransmitter tersebut dengan genius yang ditimbulkan sebagai hasil dari aktivasi otak tengah. Apa hubungan antara neurotransmitter akibat hasil aktivasi dengan kegeniusan anak?

Nampaknya klaim ilmiah dari metode ini sama sekali NIHIL alias TIDAK ADA. Tidak ada landasan ilmiah sama sekali dalam metode aktivasi otak tengah ini. Karena itu, maka metode ini adalah tergolong pseudoscience dan harus dikritisi dengan keras oleh dunia kedokteran. Untuk membuktikan secara ilmiah suatu penelitian, membutuhkan suatu proses yang panjang sampai diakui oleh dunia internasional. Apalagi sebagai suatu metode yang mengaku serta menggunakan istilah kedokteran sebagai landasan teorinya.

Disini jelas, bahwa teori aktivasi otak tengah menyisakan hampir semua korelasi neuroscience yang belum diteliti, misalnya :

1.    Apa hubungan menutup mata dengan proses aktifnya otak tengah? Bukankah fungsi otak tengah justru untuk mengaktifkan saraf visual?
2.    Apa hubungan antara menutup mata dengan kegeniusan seorang anak?
3.    Apa hubungan antara otak tengah dengan kegeniusan?
4.    Apa hubungan antara gelombang otak dengan kegeniusan anak? Apakah anak yang genius selalu berpikir dalam gelombang alfa otak? Bukankah gelombang siaga otak (beta) justru penting bagi pembelajaran?
5.    Apa hubungan antara antara mendengarkan audio dengan kecerdasan anak? Apakah anak yang mendengarkan musik klasik akan lebih pintar dari anak yang mendengar musik dangdut?

Salah satu cara untuk mengaktifkan otak tengah adalah dengan metode Blindfold reading yaitu metode membaca dengan menutup mata. Bahkan dalam demo, mata anak diikat dengan kain supaya tidak bisa melihat, supaya mereka dapat mencapai tingkat membaca sampai level Skin Vision ( membaca lewat kulit). Inilah salah satu kesaksian metode ini dari kutipan sebuah blog :

Penulis bertanya pada 2 orang anak peserta berusia sekitar 7 tahun yang melakukan demo setelah syaraf otak tengahnya diaktifasi*: dik, pada saat anda memegang kartu dengan mata tertutup, bagaimana cara anda mengetahui angka kartu tersebut dan juga warnanya*? mereka menjawab*: pada saat saya pegang kartu, angka yang tertera pada kartu muncul di otak saya dan warna kartu juga muncul.

Tadi saya melihat anda selain memegang kartu anda mencoba mencium bau kartu dan ada peserta lain yang mencoba mendengar kartu (meletakan kartu ditelinganya) itu untuk apa*? ke 2 orang anak itu menjawab, kadang-kadang pada saat memegang kartu kita belum tahu angka dan warna kartu, kita coba dengan mencium bau kartu dan jika belum berhasil maka dicoba untuk mendengar kartu tersebut. Umumnya pada saat tidak konsentrasi, angka dan warna kartu tidak akan muncul di dalam otak, begitu komentar mereka…

Mengapa anak-anak perlu mencium bau kartu maupun mendekatkan ke telinga? Pertanyaan ini menyisakan suatu tanda tanya besar, benarkah anak-anak bisa membaca dengan mata tertutup? Jawabannya jelas : TIDAK MUNGKIN, kecuali anda mengetahui TRIKnya. Apa triknya? Salah satunya adalah dengan mencium bau kartu maupun mendekatkan ke telinga. Lho, bagaimana mungkin ini bisa disebut trik, bukankah ini adalah HASIL aktivasi otak tengah?

Silakan anda membaca dan melihat video dari para anak-anak yang telah mengikuti training ini. Mengapa mereka perlu mencium dan mendekatkan ke hidung ataupun telinga? Bukankah rahasianya adalah terletak pada kain penutup mata mereka? Apakah kain penutup mata mereka transparan atau tembus-pandang? Tidak mungkin. Lalu dimanakah rahasianya? Mungkin setelah kita melihat foto dan videonya beberapa kali, kita akan tahu mengapa anak-anak tersebut bisa melihat.

Inilah salah satu hasil analisa saya bersama dengan beberapa kawan. Apakah hasil analisa ini benar? Bukankah ini adalah tuduhan yang serius? Biarlah para praktisi dan master otak tengah yang menjawabnya. Biarlah para orang tua yang menguji anaknya sendiri apakah memang benar demikian?

Mengapa membaca harus berada di bawah hidung maupun dekat ke telinga? Mengapa teknik membaca ini harus sedikit “mendongakkan” kepala mereka? Silakan para blogger dan pembaca mengujinya.

Itulah sebabnya mereka mengajarkan bahwa mengapa anak-anak harus mencium dan mendekatkan ke hidung. Jika kita bertanya mengapa harus demikian, mereka akan menjawab : Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung..

Inikah aktivasi ilmiah yang didengungkan oleh para praktisi ini? Inikah yang dikatakan sebagai ILMIAH? Bagaimana bisa mengetahui bahwa gelombang itu terletak di bawah hidung? Mana penelitian ilmiah yang mendukungnya? Bukankah ini seperti dongeng-dongeng fiksi ilmiah bahkan tergolong pada pseudoscience yang harus terlebih dahulu dibuktikan?

Meskipun demikian, mereka masih dapat mengemas teorinya secara komersil. Masih banyak yang langsung percaya bahwa metode ini adalah metode yang sudah diakui secara internasional. Bayangkanlah ilmiahnya jika kita membaca tulisan di bawah ini yang berasal dari situs mereka :

Pada awalnya kemampuan otak tengah merupakan mitos. Beberapa orang ternyata mempunyai kemampuan seperti ini. Dari hasil pengamatan, ada suatu pola kemampuan yang sama. Mereka dapat melihat dengan mata tertutup (tanpa menggunakan mata) mereka dapat melihat dengan kulit (skin vision). Ada juga suatu kemampuan untuk melihat di belakang kepala.

Kemampuan ini banyak dikejar oleh para pelaku olah raga bela diri. Anda pernah menonton film Spiderman yang pertama? Tiba-tiba indera dari Peter Parker (nama orang normal dari Spiderman) dapat merasakan intuisi seperti laba-laba. Pada akhir cerita, musuhnya mengaktifkan kendaraan  di belakang Spiderman yang dapat menusuknya. Tetapi Spiderman dapat melompat menghindari tusukan tersebut, tanpa melihat kebelakang.

Menggunakan contoh Spiderman untuk mendukung teori pembacaan lewat Skin Vision adalah hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh seorang ilmuwan. Benarkah kulit kita dapat membaca? Saya tidak tahu apakah para praktisi otak tengah terlalu banyak membaca buku fiksi ilmiah atau komik doraemon. Menggunakan kalimat “penelitian” bukan berarti bahwa penelitian tersebut diakui. Banyak penelitian yang asal-asalan. Banyak juga penelitian yang tidak memenuhi kaidah penelitian ilmiah. Silakan bertanya kepada mereka siapa peneliti dan penelitian apa yang bertaraf internasional sehingga mereka menuliskan seperti di bawah ini :

Istilah yang dipakai bukanlah kemampuan otak tengah. Tetapi setiap usaha memberikan nama tersendiri. Penelitian ternyata mengarah pada suatu bagian otak yang menjadi penyebab semua kemampuan tersebut. Penelitian tentang kemampuan otak tengah ini kurang menarik minat, karena cara pengaktifan-nya yang sulit. Berbagai cara dipakai untuk mengaktifkan otak tengah ini.

Penemuan fenomenal dari otak tengah ini terletak pada metoda aktivasi-nya. Kemampuan otak tengah ini sudah diketahui lama oleh para peneliti dan para praktisi. Banyak pula orang yang berusaha dengan caranya sendiri mengaktifkan otak tengah.

Sampai sekarang, saya masih mencari dan bertanya-tanya, penelitian dari mana dan siapa peneliti yang melakukannya sehingga diakui oleh jurnal internasional seperti Journal of Neuroscience, American Academy of Neurology, Journal of Cognitive and Neuroscience, British Medical Journal, New England Journal of Medicine,  dan masih banyak jurnal Science dan medis yang lainnya.

Itulah sebabnya, ketika Sdr hai-hai menguji metode ini dengan eksperimen sendiri, menyimpulkan bahwa :

Sesungguhnya, dibalik selendang penutup, mata saya sama sekali tidak terpejam. Walaupun NAMPAK tertutup selendang batik, sesungguhnya saya bisa melihat melalui BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Saya mampu membedakan dan menebak kartu warna, menebak kartu, mewarnai gambar, membaca, makan, main catur, berjalan di atas papan titian yang lebarnya 8 cm dan naik sepeda bahkan mengendarai motor dan mobil karena saya bisa melihat melalu BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Itulah yang disebut Trick sulap. Ketika penonton menyangka selendang batik tersebut menutupi mata saya sesungguhnya yang terjadi adalah hal sebaliknya, selendang itu membut penonton tidak TAHU bahwa dalam kondisi demikian saya bisa melihat.

Handai taulan sekalian, tahukah anda kenapa semua benda-benda yang ditebak dan dimainkan itu diletakkan di bawah mata dan ketika tidak mampu melihat dengan baik, maka benda itu akan didekatkan ke hidung dengan pura-pura menciumnya? Karena Saya melihat dari BAGIAN bawah selendang yang menutupi mata saya. Itu sebabnya ketika melihat benda yang lebih jauh dari tubuh saya, saya perlu mendongak sebab saya melihat dari BAGIAN bawah selendang. Meraba, mendengar, mencium hanya aksi untuk meyakinkan penonton.

Handai taulan sekalian, bagaimana anda tahu yang saya tulis benar? Anda akan tahu setelah mencobanya sendiri. Ambil kain atau selendang atau taplak meja lalu lipatlah menjadi pita dengan lebar kurang lebih 3 jari tangan atau 5 Cm. Pejamkan mata anda kencang-kencang lalu gunakan selendang itu menutupi mata anda. Jangan sampai selendang itu menutupi telinga anda atau bila menutupi telinga terasa nyaman, jangan biarkan selendang itu menutupi semua telinga, biarkan bgian bawah telinga terbuka

Lalu bagaimana kita menyikapi fenomena metode yang heboh ini? Jelas, kalau ini hanya suatu metode yang tanpa dasar ilmiah, kita harus menolaknya. Seandainya ini masih berada dalam tahap penelitian, mengapa dengan gegabah dan serampangan mengajarkannya kepada orang banyak?

Seandainya metode ini telah diakui secara internasional, bukankah mereka HANYA perlu menunjukkan kepada public manakah penelitian bertaraf internasional yang mengakui metode aktivasi otak tengah tersebut? Sayangnya sampai sekarang, para praktisi hanya bisa memakai kedok kalimat pseudoscience yang belum terbukti secara ilmiah medis.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah metode aktivasi otak tengah HARUS dikritik secara tajam. Semua teknik mereka harus dibongkar supaya setiap orang tua bahkan trainer mereka sendiri dapat menguji sesungguhnya apa yang terjadi. Apakah benar-benar aktivasi otak tengah akan menghasilkan suatu kesimpulan yang mengarah ke kegeniusan anak?

Para orang tua harus diberikan penerangan bahwa TIDAK ADA metode belajar INSTAN yang bisa membuat anak genius seketika. Para orang tua juga harus menyadari, bahwa metode terbaik belajar adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan pembelajaran yang baik serta pendampingan yang baik.

Belajar selalu melibatkan LINGKUNGAN dan INTERAKSI. Proses belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Bukan dengan cara instant apalagi dengan cara yang tidak masuk akal. Lingkungan belajar harus diperhatikan baik yang mendukung maupun yang menghambat. Interaksi belajar melibatkan bagaimana, siapa dan dengan apa seorang anak belajar.

Belajar secara menyenangkan tentu akan berbeda hasilnya dengan belajar di bawah tekanan stress. Meskipun masing-masing cara mempunyai aspek negative dan positifnya. Memaksakan suatu cara atau metode belajar serta mengeneralisasikan suatu metode kepada semua anak adalah pemikiran yang keliru. Apalagi mengklaim metode tertentu dapat meningkatkan kecerdasan otak secara mutlak.

Belajar juga selalu melibatkan nilai-nilai kehidupan, bukan hanya sekedar supaya anak menjadi pintar. Menjadi genius adalah efek dari belajar, bukan tujuan pembelajaran. Apalagi kategori genius adalah kategori yang bias. Banyak anak berbakat tidak kelihatan genius. Bahkan banyak orang yang berhasil dalam studi adalah tergolong kategori rata-rata. Genius adalah suatu istilah yang tidak mempunyai standar yang baku. Apakah genius berarti semua mata pelajaran pasti nilainya 100? Apakah genius berarti nilai matematika selalu 100? Apakah genius berarti kreatif dan fleksibel? Apakah genius berarti melulu ber-IQ tinggi? Banyak orang yang dianggap pintar namun kakunya luar biasa. Banyak orang yang kreatif luar biasa namun gagal memenuhi standar naik kelas.

Kompleksnya proses belajar hanya menyisakan kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan konsisten. Belajar bukan hanya sekedar bisa menghafal fakta, tetapi harus menghubungkan, memahami hubungannya, dan menjelaskan pemahamannya. Penjelasan ini akan menjadi suatu dasar berkembangnya proses belajar berkesinambungan. Proses ini adalah siklus belajar yang harus dilalui oleh setiap orang tanpa kecuali. Tidak ada JALAN PINTAS. Tidak ada CARA INSTAN.

Tidak ada jalan lain untuk menjadi pintar selain belajar dan belajar. Proses ini harus dilakukan secara berulang-ulang sampai mampu memahami dan mengerti hasil kegiatan belajar. Untuk paham dan melakukannya, perlu suatu tekad dan motivasi dalam proses belajar tersebut. Rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus maju adalah factor internal yang harus dipupuk terus oleh orang tua. Bukan dengan cara mencari metode ajaib yang langsung melejitkan kemampuan otak sehingga menjadi genius.

Setiap metode pembelajaran mesti dikritisi dan disikapi dengan hati-hati. Setiap metode berbasis ilmiah harus sudah bisa dibuktikan secara ilmiah. Bukan dengan perkataan omong kosong bak dongeng nan mitos yang dibungkus dalam istilah sains. Tentu saja kita tidak boleh mengganggap sepi semua penelitian ilmiah yang baru tentang otak, namun jika kita hanya menerima suatu metode pembelajaran otak tanpa dasar ilmiah, maka hal itu justru akan menjadi boomerang bagi masa depan generasi bangsa ini.

Dr. Arman YurisaldiS, MS, SpS dalam bukunya “Mengungkap misteri otak tengah” menyatakan bahwa : tanpa bukti dan metode penelitian yang benar, maka istilah “pengaktifan otak tengah” adalah istilah yang sama sekali tidak berdasar ilmiah.

Saya menyebutnya sebagai pseudoscience yaitu pernyataan yang seakan-akan ilmiah namun tidak terbukti sebagai ilmiah. Jika para praktisi maupun master otak tengah dapat menunjukkan korelasi ilmiah maupun bukti ilmiah yang sudah diakui oleh jurnal internasional ataupun IDI ataupun lembaga medis/penelitian berwenang, maka kita seharusnya bangga karena telah menemukan “rahasia” genius yang bisa meningkatkan kemampuan intelektual generasi ini.

Seandainya BELUM dan TIDAK terbukti secara ilmiah-medis sedangkan pengajaran dan training masih dilakukan, maka kebenaran harus ditegakkan. Biarlah para pembaca dapat meneliti dan menguji fenomena ini. Seandainya para pembaca sangat yakin akan kebenaran teori aktivasi ini, setidaknya biarlah ini diuji terlebih dahulu di tingkat internasional sehingga kebenaran akan dibukakan bagi kita semua.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para orang tua dan blogger Kompasiana.

Sumber :

Makalah Hai-hai : Genius Mind Consultancy (GMC) – Tips or Trick (must read)

Buku “Mengungkap misteri otak tengah” oleh dr.Arman Y, MS, S

Buku ” Dahsyatnya Otak Tengah” oleh Hartono S

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: