Membuat Matematika Menyenangkan

HINGGA kini pelajaran matematika masih menjadi pelajaran yang tidak disukai anak. Apa yang salah dalam pengajarannya, dan bagaimana pendekatan yang efektif terhadap anak?

Tangan Andien mendadak berkeringat setiap pelajaran matematika akan dimulai. Wajahnya pun menjadi pias tatkala sang guru mulai menunjuk beberapa siswa untuk maju ke muka mengerjakan soal. Alhasil, siswa kelas 4 SD ini selalu gelisah setiap ada mata pelajaran tersebut. Andien tidak sendirian, di belakang Andien tidak sedikit siswa yang merasa pelajaran itu menakutkan dan bahkan membencinya.

Ir Helena Margaretha, Head of Mathematics Department Universitas Pelita Harapan, mengatakan bahwa pelajaran matematika yang dirasakan siswa sebagai pelajaran sulit malah membuat siswa semakin tertekan dengan kondisi pengajaran yang diterapkan guru bersangkutan.

Continue reading

Advertisements

5W 1H

Setiap kali membahas tentang teori yang berhubungan dengan berita, orang selalu menyebut soal konsep 5W1H (what, who, why, where, when, how). Kita bosan? Jangan. Sebab, sebagaimana halnya dalam menulis berita, konsep 5W1H juga penting dijadikan pegangan dalam meliput berita.

Dalam peristiwa apapun, pasti di dalamnya melibatkan orang atau benda (who) yang sedang melakukan aktivitas, baik pasif maupun aktif (what), di suatu tempat (where) dan waktu (when) tertentu karena sebab (why) tertentu sehingga menimbulkan efek (how) tertentu pula.

Continue reading

Adversity Quotient

Merupakan suatu penilaian yang mengukur bagaimana respon seseorang dalam menghadapai masalah untuk dapat diberdayakan menjadi peluang.
Adversity quotient dapat menjadi indikator seberapa kuatkah seseorang dapat terus bertahan dalam suatu pergumulan, sampai pada akhirnya orang tersebut dapat keluar sebagai pemenang, mundur di tengah jalan atau bahkan tidak mau menerima tantangan sedikit pun.
Adversity Quotient dapat juga melihat mental taftness yang dimiliki oleh seseorang.

Dalam Adversity Quotient, kelompok atau tipe orang/individu dapat dibagi menjadi tiga bagian, dimana hal ini melihat sikap dari individu tersebut dalam menghadapi setiap masalah dan tantangan hidupnya. Kelompok/tipe individu tersebut, antara lain adalah:

Continue reading

Antara IQ; EQ dan SQ

Perbandingan ini terlibat dalam “nya: buku SQ Spiritual Quotient”, oleh Dr Muhammad Bozdağ. IQ adalah ‘Intelligent Quotient’. EQ “Emotional Quotient ‘. SQ adalah ‘Spiritual Quotient’. IQ dan EQ menjelaskan peristiwa luar biasa dengan istilah “kebetulan, kesempatan, kecelakaan”, yang dianggap sebagai kekacauan spontan. Sedangkan SQ melihat jenis-jenis kegiatan sebagai perhatian paling halus yang membutuhkan acara untuk mereka yang direncanakan oleh kesadaran tak terbatas.

Continue reading

Kecerdasan Emosi

kecerdasan emosional (EI) menggambarkan kemampuan, kapasitas, keahlian atau, dalam kasus model sifat EI, kemampuan grand diri dianggap untuk mengidentifikasi, menilai, mengelola dan mengendalikan emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok-kelompok. model yang berbeda-beda telah diusulkan untuk definisi EI dan ada ketidaksepakatan mengenai bagaimana istilah tersebut harus digunakan. Meskipun perbedaan pendapat ini, yang seringkali sangat teknis, kemampuan dan sifat EI EI model (tetapi bukan campuran model) menikmati dukungan dalam literatur dan memiliki aplikasi yang sukses di domain yang berbeda.

Continue reading

5 Cara mengatasi Konflik

Seberapa sering Anda terbawa emosi saat terlibat pertengkaran dengan orang lain? Ketika Anda sudah dikuasai oleh amarah, berdamai dengan diri sendiri bisa membuat Anda berpikir jernih dalam mencari solusi. Tetapi bagaimana caranya?

1. Terjemahkan apa yang sebenarnya Anda inginkan
Saat perdebatan dengan teman, kakak, rekan kerja, atau siapapun, dan suasana makin panas, Anda akan mudah sekali terbawa emosi. Bukan saat yang tepat untuk bernegosiasi untuk mencari solusi bersama. Berhentilah untuk selalu berusaha memecahkan segala macam persoalan. Hentikan perdebatan, lalu mulai tuliskan perasaan Anda, atau cari teman yang dipercaya untuk mendengarkan masalah Anda. Intinya, cara ini membantu Anda memikirkan hasil atau solusi yang paling tepat. Mengambil keputusan saat pikiran dikuasai amarah hanya akan membuat Anda mencari-cari alasan pembenaran dan menyalahkan orang lain.

Continue reading