Do the Right Things, Do the Things Right

Sering kali kita melakukan suatu hal begitu saja tanpa didasari oleh rencana strategis yang baik. Akibatnya, banyak pekerjaan kita yang tidak membuahkan hasil memuaskan, bahkan kadang terbuang percuma. Di sisi lain, kalau kita mau membuat perencanaan strategis, kita bisa terbentur oleh beberapa faktor. Dan, tak jarang yang paling dominan adalah faktor M alias malas. Ini disebabkan karena kalau tidak terbiasa, membuat perencanaan strategis itu akan terkesan njelimet, kompleks, dan bertele-tele.

Meskipun demikian, kita tidak boleh menghilangkan perencanaan sama-sekali. Ya, perencanaan harus dibuat sebelum sesuatu dilakukan atau dikerjakan. Tetapi, bagaimana mau membuat perencanaan yang baik? Apalagi kalau orang pada tidak mau yang kompleks-kompleks? Baik, saya mempunyai cara sederhana sebagai panduan dalam membuat rencana strategis. Yaitu, dengan melakukan dua hal, do the right things dan do the things right.

Do the right things berarti soal melakukan sesuatu atau memilih peluang dengan suatu tingkat ketepatan tertentu. Ini akan berdampak pada faktor efektivitas. Contoh, pada zaman sekarang, jika kita akan membuka kursus mengetik, do the right things-nya adalah kursus mengetik yang menggunakan komputer, bukan kursus mengetik dengan mesin ketik manual. Contoh lain lagi, kalau berniat berjualan di Jakarta, do the right things-nya adalah berjualan tabung gas atau menjadi agennya, bukan berjualan kayu bakar.

Jadi, untuk menjadi efektif dan efisien dalam jangka panjang, ketepatan dalam pemilihan jenis dan model bisnis maupun pekerjaan sangatlah menentukan. Jika salah, maka sudah jelas kalau apa yang kita kerjakan bakalan tidak efektif dan efisien. Ujung-ujungnya kita akan kehilangan waktu, tenaga, dan biaya. Lalu, bagaimana memilih bisnis atau pekerjaan yang akan efektif dan efisien?

Memilih bisnis atau pekerjaan harus berdasarkan dua hal berikut ini:

Pertama, aktualitas jangka panjang. Bisnis atau pekerjaan yang akan kita lakukan harus bermanfaat buat orang banyak, punya nilai tambah (added value), dan aktualitasnya bias bertahan dalam selama mungkin. Namun, bukan hanya hal ini saja yang perlu diperhatikan.

Kedua, bisnis atau pekerjaan itu harus sesuai dengan diri atau hobi kita. Hal ini sangat penting, karena jika bisnis, pekerjaan, atau peluang yang akan kita jalankan sesuai dengan diri atau hobi kita, dengan kata lain kita bisa dan enjoy mengerjakannya, maka saat kita down, gagal, atau sedang ada masalah, kita tidak akan mudah atau pernah menyerah. Karena, kalau kita sudah menyukai dan enjoy mengerjakan suatu hal, pekerjaan yang berat bisa terasa ringan. Sebab, semua itu dikerjakan dengan senang hati. Bahkan, pekerjaan atau bisnis itu dianggap sebagai suatu permainan dengan tantangannya yang menyenangkan.

Lalu, bagiaman caranya supaya tahu pekerjaan, bisnis, atau peluang itu sesuai dengan diri kita atau tidak?

Ingat-ingatlah, pekerjaan apa yang membuat Anda menahan untuk tidak ke toilet, padahal sudah kebelet banget, bahkan bisa menunda makan Anda, karena kata hati Anda menyatakan “tanggung” kalau itu ditinggal? Jika Anda berhasil mengingatnya, itulah jawabannya.

Berikutnya adalah do the things right. Ini mengandung arti bahwa kita harus menepati apa yang kita rencanakan atau janjikan. Hal ini akan berdampak pada efisiensi kerja, profesionalisme, dan performance kerja kita. Contoh, kita sudah memutuskan membuka kursus mengetik komputer. Ini sudah do the right things. Jika kita menjanjikan kursus akan diselenggarakan di ruang ber-AC, dengan proyektor Infocus serta dengan jadwal dan guru yang baik, maka do the things right-nya adalah kita harus penuhi semua janji tersebut.

Contoh lagi, kita sudah memilih sebagai agen gas dan berjanji akan mengantar setiap pesanan gas maksimal 15 menit sudah sampai di tempat pelanggan. Do the things right-nya adalah mengantar gas sesuai pesanan dan dalam waktu kurang dari 15 menit.

Jadi, ini yang terpenting. Jika do the right things-nya sudah salah, maka bisnis atau pekerjaan kita pun tidak akan efektif dan efisien. Contoh, kita memutuskan membuka kursus mengetik dengan mesin ketik manual. Hal ini sudah tidak do the right things karena keterampilan ini sudah tidak aktual lagi. Sekalipun kita janjikan mengetik dengan mesin ketik manual 10 bahkan 15 jari, kita pun menjanjikan peserta kursus akan mahir dalam waktu hanya 5 hari, dan kita juga bisa menepati semua janji kita itu. Namun, bisnis atau pekerjaan ini tidak akan efektif dan efisien karena sudah dilindas oleh penggunaan komputer.

Juga dalam berbisnis atau menjalankan pekerjaan sebagai penyedia kayu bakar di Jakarta. Sekalipun kita janjikan dalam waktu 5 menit akan diantar dan sampai di rumah pelanggan, dan kita pun bisa penuhi janji itu, nmaun bisnis ini juga tidak akan efektif dan efisien karena do the right things-nya sudah salah.

Jadi, do the right things sangat-sangat penting dan harus benar karena itu akan menentukan efektifitas dan afisiensi bisnis atau pekerjaan kita. Kalau do the right things-nya sudah salah dari awal, kita akan sangat sulit memperbaikinya. Kalau mau melakukan perbaikan, biasanya harus memulai dari awal alias ganti bisnis atau pekerjaan. Akan tetapi, jika do the things right-nya yang salah, kita masih bisa dan tidak terlalu sulit untuk memperbaikinya.

oleh : Ery Prasetyawan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: