About

Tut Wuri Handayani adalah sebuah semboyan yang tak asing lagi buat kita apalagi di dunia pendidikan. Setiap orang yang pernah mengenyam pendidikan Sekolah Dasar pasti pernah mendengar filsafah ini. Sebuah konsep pembangunan negeri yang dibagi menjadi tiga elemen.

Berikut adalah filsafah lengkapnya : Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. “Ing Ngarso sung Tulodho” elegi pembuka dari filsafat ini. Sebuah semboyan yang berarti seorang [pemimpin] yang berada di depan haruslah selalu memberi contoh. Sebuah contoh untuk dapat diikuti dan diamalkan terutama oleh dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya. Bagian kedua filsafat ini adalah “Ing Madya Mangun Karsa” atau di tengah [sebagai pengikut atau pengemban] seharusnya membangun karsa atau kehendak. Para warga negara rakyat atau penngemban yang berada di tengah tidak hanya diharapkan selalu mencontoh sang pemimpin tapi diharapkan juga mampu membangun lingkungan atau suasana yang kondusif. Dengan hadirnya contoh dan lingkungan yang kondusif diharapkan sebuah negara atau lingkungan dapat hidup dan berkembang. Tut Wuri Handayani, sebagai fungsi ketiga, berarti agar para generasi penerus atau generasi muda dapat selalu mengikuti contoh dan suasana kondusif yang telah ada. Sehingga diharapkan pada saatnya nanti tiba, yakni saat mereka memainkan peran entah itu di depan (Ing Ngarso) atau pun di tengah (Ing Madya) mereka dapat menjalankan fungsinya dengan baik yakni untuk memberi teladan ataupun menciptakan suasana yang kondusif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: