Anak Indonesia Juara Olympiade Matematika Internasional

Siswa SMP Negeri 1 Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Alyssa Putri Mustika, berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional setelah menyabet tiga medali emas dan perak pada ajang International Young Mathematic Convention.

“Prestasi ini membanggakan. Ketekunan Alyssa dan dedikasi para guru membuahkan hasil maksimal,” kata Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Pamekasan, Sulytiowati, Jumat (10/12).

Dalam ajang IYMC yang digelar selama tujuh hari, 1-7 Desember lalu, di India, Alyssa Putri Mustika menyabet dua medali emas untuk perseorangan dan beregu. Untuk beregu Alyssa Putri berpasangan dengan kakaknya sendiri Alyssa Diva Mustika. “Alyssa Putri juga meraih perak untuk kategori Mathematical Fair,” ujar Sulistyowati.

Menurut dia, sebelum berangkat ke India, Alyssa Putri menjalani training di klinik Matematika di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Selain ketekunan, kata dia, keberhasilan Alyssa tidak lepas dari program pembinaan di lingkungan sekolah. “Setiap hari siswa kita dibimbing belajar matematika dari jam 2 sampai 5 sore, guru unggulan kita datang untuk mengajar,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmat Hidayat mengaku bangga dengan prestasi Alyssa. Menurut dia, sepanjang tahun 2010, selain Alyssa, dua siswa Pamekasan lainnya juga menorehkan prestasi international.

Mereka adalah Mohammad Salim Ghazali, santri Pondok Pesantren Al Mujtamak Pamekasan yang berhasil meraih pemenang pertama kategori hafalan Al-Quran 20 Juz tingkat Asia-Pasifik yang diselenggarakan oleh Sultan Ibnu Abdul Aziz Al Suud, Saudi Arabia.

Prestasi lain dicetak Mohammad Shohibul Maromi, siswa SMAN 1 Pamekasan yang meraih medali emas pada ajang olimpiade fisika internasional di Zegreb, Kroasia.

Sumber: TEMPO Interaktif

Frustasi … ? “No way !! “

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam situasi tertentu kita dapat mengalami frustrasi. Persoalannya adalah bagaimana menghadapinya, bahkan mencegahnya, agar tidak berubah agresif, apalagi depresif, lalu bunuh diri.

Seorang laki-laki muda dengan wajah kusut, murung, dan lesu duduk termenung di teras rumah. Ia melakukannya berjam-jam setiap pagi sejak beberapa hari lalu. Ia seorang sarjana, lulus dengan nilai cukup.

Hampir enam bulan ia keliling kota Jakarta, masuk kantor yang satu ke kantor yang lain, tetapi hanya jawaban “tidak ada lowongan” yang ia terima. Beberapa lowongan yang diiklankan dilamarnya, tetapi ia selalu gagal pada saat-saat akhir tes.
“Apa artinya ijazah saya ini, Bu?” katanya kepada ibunya, “saya benar-benar frustrasi!”

Ada lagi profesional muda yang kembali dari perantauan di Eropa. Ia tinggal di Jerman sejak masuk SMA hingga lulus sebagai doktor dalam bidang teknik. Dengan usia cukup matang, ia bertekad kembali dan bekerja di Indonesia.
Continue reading

Indonesia Juara Olimpiade Robot

Jakarta (ANTARA News) – Indonesia meraih kemenangan dengan menempati posisi juara pertama dan berhak meraih medali emas untuk kategori Robot Soccer pada World Robotic Olympiad (WRO) yang berlangsung di SMX Convention Center Hall, Manila, Filipina.

Keterangan yang diperoleh dari Mikrobot Experience Center di Jakarta, Rabu menyebutkan, Indonesia mengirim 11 tim dalam kompetisi robot itu. Tim terdiri atas siswa SD, SMP, SMA dan tim Robot Soccer.

“Dari 11 tim yang kita kirim, tim Robot Soccer yang berhasil meraih juara,” kata Paula dari Mikrobot Experience Center.
Continue reading

Komunikasi Orang tua dan guru

Komunikasi dengan orang tua / wali merupakan salah satu tanggung jawab terbesar bagi seorang guru. Meskipun Anda memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan mempengaruhi kehidupan anak-anak, mereka akhirnya kembali kepada orang tua. Jika Anda gagal untuk menjaga komunikasi dengan orang tua tentang kemajuan anak mereka di sekolah, Anda akan kehilangan kesempatan yang sangat bagus untuk membuat jembatan komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan anak. Orang tua dan guru harus bekerja sama untuk memastikan anak-anak belajar secara efektif dan mendapatkan yang terbaik bagi pendidikan mereka.

Continue reading

Tips Agar Anak Anda Percaya Diri

“Wah…kok anak itu pede banget ya berhadapan didepan orang banyak” Ungkapan ini seringkali terlontar apabila kita melihat seorang anak yang tampil Percaya diri di TV atau di panggung. Misalnya saja pada saat kita melihat penampilan dai-dai cilik ataupun melihat perlombaan-perlombaan yang ada di lingkungan kita.

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya bisa tampil percaya diri. Namun pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana sih caranya agar kita dapat membuat anak percaya diri?

Untuk dapat menjadikan anak percaya diri, berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya:

Continue reading

7 Langkah membangun percaya diri yang kokoh

Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut kami sampaikan tujuh langkah membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.

Continue reading

Membangun Rasa Percaya Diri

Walaupun sering memprotes jika merasa dibatasi, anak-anak akan menerima jika mempunyai aturan pasti dalam bertindak. Jika orangtua terus mengubah rutinitas anak Anda atau tidak konsisten dalam hal disiplin, anak akan bingung dan bimbang. Misalnya, hari ini aturannya begini, tapi besok lain lagi. Lusa, anak akan bertanya-tanya, “Sekarang saya harus bagaimana. Yang seperti kemarin atau seperti kemarin dulu?”

Tunjukkan bahwa Anda percaya anak Anda punya kemampuan, dengan memberinya tugas-tugas yang bisa dilakukannya dan menimbulkan rasa ikut memiliki. Sebagai contoh, anak-anak biasanya senang menjawab telepon. Ajari dia cara menjawab telepon yang sopan dan benar. Lalu, beri dia kesempatan untuk melakukannya. Coba juga meminta bantuan anak untuk mengambilkan barang-barang yang akan dibeli di rak pasar swalayan, tentunya barang yang tak mudah pecah, misalnya susu, sabun mandi, dan sebagainya. Tahan diri untuk cepat-cepat turun tangan membantu anak melakukan sesuatu. Membantu boleh-boleh saja, tapi tidak berarti mengambil alih atau langsung ikut campur tangan tanpa dimintanya. Doronglah dia untuk tidak terlalu gampang mengatakan, “Saya tidak bisa,” “Saya tak pernah akan bisa,” atau “Saya memang bodoh.”
Continue reading